 |
| Sesaat sebelumterjadinya gerhana matahari parsial yang terlihat dari
sela-sela daun di dekat Mount Wilson Observatory, San Gabriel Mountains,
Los Angeles, 23 Oktober 2014.(AFP PHOTO / FREDERIC J BROWN) |
Publik Diminta Tak "Selfie" Saat Gerhana Matahari
Publik diminta tidak mengambil foto narsis atau selfie dengan ponsel pintar ketika berlangsung gerhana matahari karena risiko kebutaan, kata para ahli.
Gerhana
matahari akan terjadi di Inggris, Jumat (20/3/2015), yang membuat
sebagian besar wilayah di Inggris terasa seperti fajar menyingsing
karena 98 persen permukaan matahari akan tertutup bulan.Selain itu, ketika mengambil foto diri, lebih dikenal dengan
selfie yang tengah mewabah, para ahli memperkirakan akan ada anggota masyarakat "yang tergoda" untuk mengambil
selfie saat terjadi gerhana ini.Saat gerhana ini, melihat secara sekilas matahari bisa menyebabkan kerusakan mata."Bisa
sangat berbahaya karena orang bisa saja tergoda untuk melihat matahari
ketika mengatur komposisi di layar ponsel," kata Daniel
Hardiman-McCartney, seorang dokter mata di Inggris."Karena
gerhana adalah proses yang berjalan pelan-pelan, bisa jadi orang-orang
secara tak sadar akan melihat matahari selama beberapa menit," jelasnya.Ia
menekankan bahwa gambar matahari di layar ponsel tidak berbahaya, yang
menjadi kekhawatirannya adalah ketika orang melihat matahari dengan mata
telanjang saat mengatur komposisi foto.
Gerhana Matahari Langka Pekan Ini Diyakini Sinyal Kiamat
 |
| Fenomena Gerhana Matahari Sebagian (GMS) diamati dengan menggunakan teleskop di Taman Pintar, Yogyakarta, Jumat (10/5/2013). (ANTARA/Noveradika) |
Gerhana matahari langka yang bakal terjadi Jumat pekan ini disambut sebagai peringatan serius bagi umat manusia.Dikutip dari
Daily Mail, Kamis 19 Maret 2015, seorang
pendeta di Eropa, Mark Blitz mengklaim gerhana yang puncaknya terjadi
pada Jumat, 20 Maret itu menunjukkan simbol khusus karena bertepatan
dengan pada upacara maupun kalender keagamaan. Blitz
berlandaskan hal itu pada ketentuan dalam kitab suci. Waktu terjadinya
gerhana yang bakal melanda sebagian wilayah Eropa itu bertepatan dengan
hari pertama musim semi dan hari pertama kalender Yahudi."Peristiwa
besar itu adalah bagian paling awal tahun baru agama. Sementara Alkitab
memberitahu kepada kita akan ada tanda-tanda di langit pada hari raya.
Dan ini adalah tanda yang sangat penting," kata Blitz dalam wawancara
WorldNetDaily (WND) yang dikutip
Daily Mail.Dari sisi hari peristiwa, kata dia, gerhana itu bertepatan dengan ritual Nabi Musa menyelenggarakan upacara perkemahan."Jadi secara historis, ini adalah hari penghakiman. Peristiwa ini kemungkinan juga pesan dari tuhan ke seluruh dunia," kata dia.Momentum gerhana matahari langka ini memang unik. Gerhana yang terjadi bertepatan dengan musim semi
equinox hanya
terjadi dalam 100 ribu tahun. Dengan kekhasan ini, Blitz berpendapat,
fenomena alam itu mewakili masalah yang tengah melanda Eropa.Gerhana matahari sebagian ini juga cukup langka. Peristiwa sejenis terjadi pada 1999. Gerhana langka ini juga istimewa sebab akan diselimuti supermoon yang berwarna merah atau dikenal bulan merah darah
(blood moon). Ada yang meyakini ramalan bulan darah menjadi penanda dunia akan segera berakhir. Merujuk
pada kalender astronomi, antara rentang Oktober tahun lalu hingga
Oktober tahun ini, akan ada gerhana matahari yang diikuti empat
penampakan bulan merah darah. Penampakan bulan darah pertama terjadi
pada 15 April dan disusul 8 Oktober tahun lalu.Kemudian setelah
gerhana matahari 20 Maret ini, tepatnya 4 April akan ada penampakan
bulan darah ketiga. Diperkirakan bulan darah terakhir akan terjadi pada
28 september 2015, setelah sebelumnya terjadi gerhana matahari pada 13
September 2015. Blitz juga mengatakan terjadinya peristiwa bulan
merah darah empat kali berturut-turut, menunjukkan peristiwa besar di
masa lalu. Ia menyebutkan pada 1967, empat bulan merah darah bertepatan
saat Israel merebut Yerussalem. Terlepas benar atau tidak
peringatan yang disampaikan itu, para ahli di Eropa mengingatkan gerhana
matahari dua jam nanti bisa menimbulkan masalah bagi stasiun tenaga
surya di seluruh Benua Biru. Sekitar tiga persen dari total
konsumsi energi Eropa berasal dari tenaga surya. Ilmuwan mengatakan
gerhana kali ini berisiko menimbulkan pemadaman yang lebih besar dari
sebelumnya.
Sumber berita:
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/603055-gerhana-matahari-langka-pekan-ini-diyakini-sinyal-kiamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar