Rabu, 18 Maret 2015

Fenomena Gerhana Matahari Pekan Ini,Dari Tak Boleh Selfie Sampai Pertanda Kiamat

Sesaat sebelumterjadinya gerhana matahari parsial yang terlihat dari sela-sela daun di dekat Mount Wilson Observatory, San Gabriel Mountains, Los Angeles, 23 Oktober 2014.(AFP PHOTO / FREDERIC J BROWN)
Publik Diminta Tak "Selfie" Saat Gerhana Matahari
Publik diminta tidak mengambil foto narsis atau selfie dengan ponsel pintar ketika berlangsung gerhana matahari karena risiko kebutaan, kata para ahli.
Gerhana matahari akan terjadi di Inggris, Jumat (20/3/2015), yang membuat sebagian besar wilayah di Inggris terasa seperti fajar menyingsing karena 98 persen permukaan matahari akan tertutup bulan.Selain itu, ketika mengambil foto diri, lebih dikenal dengan selfie yang tengah mewabah, para ahli memperkirakan akan ada anggota masyarakat "yang tergoda" untuk mengambil selfie saat terjadi gerhana ini.Saat gerhana ini, melihat secara sekilas matahari bisa menyebabkan kerusakan mata."Bisa sangat berbahaya karena orang bisa saja tergoda untuk melihat matahari ketika mengatur komposisi di layar ponsel," kata Daniel Hardiman-McCartney, seorang dokter mata di Inggris."Karena gerhana adalah proses yang berjalan pelan-pelan, bisa jadi orang-orang secara tak sadar akan melihat matahari selama beberapa menit," jelasnya.Ia menekankan bahwa gambar matahari di layar ponsel tidak berbahaya, yang menjadi kekhawatirannya adalah ketika orang melihat matahari dengan mata telanjang saat mengatur komposisi foto.

Gerhana Matahari Langka Pekan Ini Diyakini Sinyal Kiamat
Fenomena Gerhana Matahari Sebagian (GMS) diamati dengan menggunakan teleskop di Taman Pintar, Yogyakarta, Jumat (10/5/2013). (ANTARA/Noveradika)
Gerhana matahari langka yang bakal terjadi Jumat pekan ini disambut sebagai peringatan serius bagi umat manusia.Dikutip dari Daily Mail, Kamis 19 Maret 2015, seorang pendeta di Eropa, Mark Blitz mengklaim gerhana yang puncaknya terjadi pada Jumat, 20 Maret itu menunjukkan simbol khusus karena bertepatan dengan pada upacara maupun kalender keagamaan. Blitz berlandaskan hal itu pada ketentuan dalam kitab suci. Waktu terjadinya gerhana yang bakal melanda sebagian wilayah Eropa itu bertepatan dengan hari pertama musim semi dan hari pertama kalender Yahudi."Peristiwa besar itu adalah bagian paling awal tahun baru agama. Sementara Alkitab memberitahu kepada kita akan ada tanda-tanda di langit pada hari raya. Dan ini adalah tanda yang sangat penting," kata Blitz dalam wawancara WorldNetDaily (WND) yang dikutip Daily Mail.Dari sisi hari peristiwa, kata dia, gerhana itu bertepatan dengan ritual Nabi Musa menyelenggarakan upacara perkemahan."Jadi secara historis, ini adalah hari penghakiman. Peristiwa ini kemungkinan juga pesan dari tuhan ke seluruh dunia," kata dia.Momentum gerhana matahari langka ini memang unik. Gerhana yang terjadi bertepatan dengan musim semi equinox hanya terjadi dalam 100 ribu tahun. Dengan kekhasan ini, Blitz berpendapat, fenomena alam itu mewakili masalah yang tengah melanda Eropa.Gerhana matahari sebagian ini juga cukup langka. Peristiwa sejenis terjadi pada 1999. Gerhana langka ini juga istimewa sebab akan diselimuti supermoon yang berwarna merah atau dikenal bulan merah darah (blood moon). Ada yang meyakini ramalan bulan darah menjadi penanda dunia akan segera berakhir. Merujuk pada kalender astronomi, antara rentang Oktober tahun lalu hingga Oktober tahun ini, akan ada gerhana matahari yang diikuti empat penampakan bulan merah darah. Penampakan bulan darah pertama terjadi pada 15 April dan disusul 8 Oktober tahun lalu.Kemudian setelah gerhana matahari 20 Maret ini, tepatnya 4 April akan ada penampakan bulan darah ketiga. Diperkirakan bulan darah terakhir akan terjadi pada 28 september 2015, setelah sebelumnya terjadi gerhana matahari pada 13 September 2015. Blitz juga mengatakan terjadinya peristiwa bulan merah darah empat kali berturut-turut, menunjukkan peristiwa besar di masa lalu. Ia menyebutkan pada 1967, empat bulan merah darah bertepatan saat Israel merebut Yerussalem. Terlepas benar atau tidak peringatan yang disampaikan itu, para ahli di Eropa mengingatkan gerhana matahari dua jam nanti bisa menimbulkan masalah bagi stasiun tenaga surya di seluruh Benua Biru. Sekitar tiga persen dari total konsumsi energi Eropa berasal dari tenaga surya. Ilmuwan mengatakan gerhana kali ini berisiko menimbulkan pemadaman yang lebih besar dari sebelumnya.
Sumber berita:http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/603055-gerhana-matahari-langka-pekan-ini-diyakini-sinyal-kiamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar