Jumat, 06 Maret 2015

Parma Dapat Suntikan Dana Segar

Pelatih Parma,Roberto Donadoni

Pihak otoritas Liga Italia Serie A dikabarkan sudah menyetujui kesepakatan untuk mendanai Parma sampai akhir musim.
Kabarnya, I Gialloblu akan mendapat suntikan dana sampai 5 juta euro untuk operasional.
Parma sedang dalam krisis keungan yang cukup serius. Mereka sedang bersiap menghadapi sidang kebangkrutan pada 19 Maret dan telah gagal untuk bertanding dalam dua pertandingan terakhir di Liga Italia.
Calciomercato melaporkan bahwa telah disepakati di mana denda akan dibayar oleh pihak klub dan akan diserahkan kepada administrator resmi Parma. Mereka juga harus tetap pergi ke kurator (pengawas harta benda) pada 19 Maret.Uang sebesar 5 juta euro itu nantinya akan digunakan Parma untuk operasional sampai akhir musim. Hal itu berarti, tidak akan ada tim yang menang WO(walk out) atas Parma karena mereka diharapkan sudah bisa menggelar pertandingan dengan uang pinjaman tersebut.Namun, masih harus dilihat apakah pemain Parma akan menerima kesepakatan itu, karena mereka ingin mengamankan masa depan jangka panjang klub mereka, serta upah untuk staf non-pemain. (Football Italia)
Sumber gambar dan berita:bola.metrotvnews.com

Pemain Harus Cuci Seragam Sendiri
Pemain Parma
Sementara itu,para pemain Gialloblu terkena imbas dari krisis yang dialami klubnya.Selain tak menerima gaji,Alessandro Lucarelli dan kawan-kawan kini harus mencuci seragam sendiri.Parma kini berada di ambang kebangkrutan. Juara Piala UEFA 1995 dan 1999 itu kabarnya menanggung utang yang amat besar, antara 100-200 juta euro.Akibat krisis finansial yang dialami Parma, para pemain dan staf tak menerima gaji mereka sejak Juli 2014. Sementara itu, gaji para pegawai lainnya telah tertunggak sejak bulan November lalu.Toko merchandise Parma di Stadion Ennio Tardini telah tutup. Barang-barang di ruang ganti, seperti kursi yang biasa diduduki pelatih Roberto Donadoni, dilelang.Pada akhir pekan lalu, laga Parma melawan Udinese di Tardini terpaksa ditunda. Pasalnya, Parma tak mampu membayar para steward untuk mengamankan jalannya pertandingan.Saking parahnya krisis keuangan yang dialami Parma, jasa laundry untuk seragam para pemain telah ditiadakan. Para pemain pun harus mencuci sendiri seragam mereka.
"Inilah berita hari ini. Mulai besok dan seterusnya, tak ada lagi jasa laundry. Kami akan membawa pulang seragam kami untuk dicuci," kata Lucarelli pada Selasa (24/2) lalu.Parma kini terbenam di dasar klasemen Serie A. Mereka cuma mengoleksi sepuluh poin dari 23 pertandingan musim ini.Belum jelas apakah Parma sanggup menjalani pertandingan tandang melawan Genoa pada Minggu (1/3) mendatang. Kalau klub tak mampu membayar biaya transportasi, Lucarelli menyatakan bahwa para pemain siap memakai mobil masing-masing untuk bertandang ke Genoa.
Sumber gambar dan berita:sport.detik.com (dengan melakukan perubahan di kalimat awal.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar